Namaku FITRI NUR AINI tapi biasa dipanggi lFINI. FINI itu
nama beken aku. Bukan apa-apa sih tapi Mugkin nama fitri dinilai bagus dan
memiliki makna yang indah,sehingga banyak orang dan gak hanya aku yang memiliki
nama fitri. Makanya aku putusin untuk manggil namaku dengan sebutan Fini. Kalau
di bilang sih nama fitri itu pasaran ^_^.
Aku suka sama winni the pooh. Biar dibilang aku gak punya koleksi boneka
khusus winni the pooh. Bermula mantan pacar aku (REZKA FEBRI TRISNANTO) atau
yang aku biasa panggil sinchan (karena alisnya yang tebal,badan gemuk dan
sedikit nyebelin. Sinchan ngasih panggilan sayang buat aku dengan manggil aku
ayank pooh (alay dikit ^_^) makanya aku pake nama itu di akun
facebook,instagram , path, pixmix, bbm dan semua social media yang udah aku
download. Kedengarannya juga bagus nama fini J.Oke
lah sekilas intermezzo tentang aku. Baiklah aku mulai dari riwayat keluarga
kecilku. Bapakku namanya MUJIONO. Dan ibuku namanya SUPIYATI. Kedengarannya
jadul banget ya hehehe. Aku anak ke empat dari lima bersaudara. Kakak pertamaku
namanya M. SOLEH. Kakak perempuanku yang pertama namanya SITI AZIZAH. Kakak
perempuanku yang kedua namanya DEWI AISA. Dan anak dari kedua orang tuaku
yangkeempat namanya FITRI NUR AINI (paling jelek sendiri dari kedua kakakku)
dan yang terakhir namanya M RAFI QOYYUM adik laki-lakiku yang sering banget aku
ajakin berantem. Berantem dari segi makanan , channel tivi ,rebutan remote tivi
dll. Pokoknya kita berdua yang sering bikin suasana rumah jadi kacau. Tapi
adikku itu gakbisa dikalahin.. sikapnya yang arogan dan mau menang sendiri yang
membikin aku sedikit takut.. masalahnya kalau udah marah- marah pasti banting-
banting barang. Oke aku muali kisah dimasa kecilku. Ayahku bias dibilang orang
tua yang sangat galak. Bagaimana tidak belaiau kerap kali memukul bahkan tak
segan-segan mematahkan sapu ditubuh anak-anaknya termasuk aku. Kalau dibilang
aku yang sering dipuku oleh ayahku. Waktu itu aku masih belum punya adik. Aku
tipikil anak yang penakut. Aku takut banget sama gelap dan sendirian. Ibuku
gemar sekali berkumpul bersama bibi-bibiku di rumahnya. Maklum rumah kita
berjajar tiga rumah saling berhimpitan. Kebetulan rumahku berdiri di sebelah
tanah PJKA. Dan dari sebagian rumahku itu adalah tanah PJKA. Untung sekali
pihak pemerintah bersenag hati memberikan sedikit lahannya untuk keluargaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar