Rabu, 28 Mei 2014

edisi aku (pengalaman hidup fitri yang malang)



Namaku FITRI NUR AINI tapi biasa dipanggi lFINI. FINI itu nama beken aku. Bukan apa-apa sih tapi Mugkin nama fitri dinilai bagus dan memiliki makna yang indah,sehingga banyak orang dan gak hanya aku yang memiliki nama fitri. Makanya aku putusin untuk manggil namaku dengan sebutan Fini. Kalau di bilang sih nama fitri itu pasaran ^_^.  Aku suka sama winni the pooh. Biar dibilang aku gak punya koleksi boneka khusus winni the pooh. Bermula mantan pacar aku (REZKA FEBRI TRISNANTO) atau yang aku biasa panggil sinchan (karena alisnya yang tebal,badan gemuk dan sedikit nyebelin. Sinchan ngasih panggilan sayang buat aku dengan manggil aku ayank pooh (alay dikit ^_^) makanya aku pake nama itu di akun facebook,instagram , path, pixmix, bbm dan semua social media yang udah aku download. Kedengarannya juga bagus nama fini J.Oke lah sekilas intermezzo tentang aku. Baiklah aku mulai dari riwayat keluarga kecilku. Bapakku namanya MUJIONO. Dan ibuku namanya SUPIYATI. Kedengarannya jadul banget ya hehehe. Aku anak ke empat dari lima bersaudara. Kakak pertamaku namanya M. SOLEH. Kakak perempuanku yang pertama namanya SITI AZIZAH. Kakak perempuanku yang kedua namanya DEWI AISA. Dan anak dari kedua orang tuaku yangkeempat namanya FITRI NUR AINI (paling jelek sendiri dari kedua kakakku) dan yang terakhir namanya M RAFI QOYYUM adik laki-lakiku yang sering banget aku ajakin berantem. Berantem dari segi makanan , channel tivi ,rebutan remote tivi dll. Pokoknya kita berdua yang sering bikin suasana rumah jadi kacau. Tapi adikku itu gakbisa dikalahin.. sikapnya yang arogan dan mau menang sendiri yang membikin aku sedikit takut.. masalahnya kalau udah marah- marah pasti banting- banting barang. Oke aku muali kisah dimasa kecilku. Ayahku bias dibilang orang tua yang sangat galak. Bagaimana tidak belaiau kerap kali memukul bahkan tak segan-segan mematahkan sapu ditubuh anak-anaknya termasuk aku. Kalau dibilang aku yang sering dipuku oleh ayahku. Waktu itu aku masih belum punya adik. Aku tipikil anak yang penakut. Aku takut banget sama gelap dan sendirian. Ibuku gemar sekali berkumpul bersama bibi-bibiku di rumahnya. Maklum rumah kita berjajar tiga rumah saling berhimpitan. Kebetulan rumahku berdiri di sebelah tanah PJKA. Dan dari sebagian rumahku itu adalah tanah PJKA. Untung sekali pihak pemerintah bersenag hati memberikan sedikit lahannya untuk keluargaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar